Mau Coba Investasi Rumah Atau Kavling ya yang menguntungkan?


Ketika ini investasi properti kian diminati oleh banyak orang, baik investasi tanah ataupun rumah. Namun dari kedua jenis investasi tersebut, banyak juga yang enggan mengawali apakah kepemilikan tanah atau investasi rumah yang paling menguntungkan.

LINGKAR WARNA: 11 desain rumah modern 2 lantai dengan 3 kamar tidur + DENAH

Tentu saja investasi tanah dan rumah mempunyai pro dan kontra, tetapi yang pasti keduanya dapat mendatangkan profit rentang panjang. Berinvestasi tanah dan rumah tak akan pernah menghadapi inflasi atau penurunan harga, sehingga sangat cocok bagi Anda yang ingin mengawali investasi.

Meski, harga tanah dan rumah setiap tahun meningkat drastis. Kesempatan ini tentunya sebab keperluan masyarakat akan tempat tinggal kian meningkat dan jumlah penduduk yang terus bertambah. Nah, sebelum Anda menetapkan salah satunya, yuk simak perbandingan kelebihan dan kekurangan investasi tanah vs rumah di bawah ini.

1. Peluang poin tambah

Anda dapat merasakan profit dari investasi ini dalam bentang panjang, seumpama investasi rumah bisa dijadikan tempat usaha, gazebo, rumah kontrakan, rumah kost. Jadi, dengan properti ini, Anda dapat lantas menerima penghasilan tambahan dari rumah yang Anda miliki.

Sementara itu, pengembalian investasi tanah mungkin lebih rendah karena tanah lebih sulit untuk disewakan, terutama jika tanahnya terlalu besar. Namun, untuk kavling di tempat padat penduduk, masih ada potensi untuk menjadikan banyak uang, mis. B. pembukaan tempat parkir untuk disewakan, lokasi kemah, dan lain-lain.

Baca Juga: Berbagai Tips kamar simpel yang nyaman.

2. Berdasarkan lokasi

Seperti halnya tanah dan rumah, lokasi yang strategis merupakan hal yang paling penting untuk dilihat, jadi jangan asal beli. Namun strategis lokasinya karenanya semakin mahal harganya, namun perlu juga memperhatikan kemudahan akses, fasilitas penunjang dan jumlah pengunjung.

Rumah di pusat kota pasti dapat dijual dengan harga lebih tinggi. Melainkan kavling yang berada di lokasi hakekatnya mempunyai potensi yang lebih besar bagi investor atau pengembang sehingga dapat menawarkan skor jual yang cukup tinggi untuk kavling tersebut.

Plus Minus Investasi Tanah Kavling yang Perlu Kamu Ketahui

3. Waspadai risiko Kepemilikan properti

Tentu saja, ada risiko dalam investasi real estat, salah satunya yaitu pencurian. Tapi|Tetapi|Melainkan|Namun} Anda memastikan untuk membeli rumah, ada risiko pencurian, musibah alam tak terduga yang bisa mengurangi poin investasi dan pun hilang dalam musibah.

Tetapi, bagi mereka yang berinvestasi lahan, perlu juga mengantisipasi risiko pergeseran batas lahan dan kemungkinan lahan hal yang demikian dihasilkan tempat pembuangan sampah bagi warga sekitar.

Baca Juga: Mau desain kamar tidur memanjang yang nyaman?

4. Pengeluaran Biaya Tambahan

Bila rumah dan properti juga membutuhkan biaya. Rumah mempunyai biaya perawatan setiap tahun, mulai dari pengecatan dinding, pekerjaan listrik, pipa ledeng, dsb. Tetapi rumah berada di zona perumahan, lazimnya ada tarif keamanan dan kebersihan yang ditagihkan secara rutin setiap bulan.

Selain rumah yang mempunyai asuransi tentu akan membuat Anda mengeluarkan uang lebih banyak. Tetapi itu, ada pajak konstruksi yang sepatutnya dibayarkan kepada negara tiap-tiap tahun. Tetapi hal ini tak berlaku untuk investasi tanah sebab tidak memerlukan biaya pemeliharaan, pajak, asuransi dan keamanan, sehingga tanah lebih menguntungkan.

5. Return dan Capital Gain

Membeli tanah tentu lebih murah daripada membangun rumah, tapi pengembalian dan profit modal yang lebih tinggi dapat ditemukan di tanah. Kenaikan skor investasi tanah per tahun sekitar 20 hingga 25 persen, meski nilai investasi rumah meningkat dari 15 menjadi 20 persen.

Untuk meningkatkan poin jual kembali suatu investasi real estate, sebaiknya tunggu minimal 5 tahun, sebab tiap tahun harganya akan terus naik. Dengan menunggu sebagian tahun, nilai tambah investasi Anda juga meningkat secara signifikan.

6. Tingkat likuiditas dan dapat dijadikan agunan

Rumah diyakini memiliki tenaga jual yang lebih tinggi dari tanah. Tapi itu, rumah lebih gampang diterapkan dan diperdagangkan, sehingga bisa dibuat jaminan pinjaman bank. Sementara itu, investasi tanah memiliki skor likuiditas yang lebih rendah sebab tanah tak mudah dipasarkan dan susah diterapkan untuk bermacam-macam aktivitas serta tanah tidak bisa diwujudkan agunan.


Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started